Catatanku : Belajar Membuat Setting UUID untuk VDi beda jenjang

Hmm.. hari ini mendapat kabar dari teman yang merupakan seorang proktor bahwa pada hari ini diwajibkan untuk melakukan sinkron UAMBNBK susulan. 

ketika saya hubungi beliau sedang tidak aktif sedangkan proses sinkronisasi masih membingungkan karena akan bertabrakan dengan VirtualBox yang lain jika menginstal yang jeruk sedangkan beliau tidak menjelaskan apapun. 

saya membuka kembali web uambn BK dan memang ternyata disana dijelaskan bahwa untuk melakukan sinkronisasi susulan harus menggunakan yang baru.

mau tidak mau harus melakukan setting yang baru juga asumsi saya sendiri jika seandainya tidak mampu atau tidak berhasil melakukan setting maka akan melakukan sinkron menggunakan komputer client.

Alhamdulillah saya sukses melakukan sinkronisasi menggunakan yang berbeda dalam satu VirtualBox.

Terima kasih kepada channel Ytube Semut Api IU yg telah membagikan ilmunya.

Untuk tutorialnya mungkin bisa dibuat nanti pada waktu kosong dan saat ini masih sangat sibuk yang penting ini bisa berhasil di sinkron.


Demikian tulisan ini dibuat agar menjadi kenangan di masa yang akan datang.

Catatanku : Mungkin dia Sedang Lelah

Malam ini, rasa menyasak dada.. rasa tekumpul segala pikiran, mendangar sampiran baju bepatahan, pintu mendagum ditutup sing gancangan.

Sampai2 tepikir didalam hati, rasa handak bulik haja dah mun kyni kisah. Tapi tepikir, kayapa pulang nang halus.

Kalut pikiran macam2 bercampur. Rasa kesal ada jua, bepajam mata haja asa kada kawa, maniadaakan rasa mendangar bunyi2 kaya itu. 

Tapikir handak menyewa rumah haja belain sama sekali, tapi tepikir pulanh nang halus.

Akhirnya,, hati ini mulai menenangkan diri,, mungkin dia sedang lelah.

Rasa lelah yang berlebih, seperti diriku biasanya disaat kelelahan yang berlebih, biasanya merasakan hal demikian.

Entahlah, biarlah kupendam satu malam ini,, mudah2an tidak berlanjut.. mungkin dia sedang lelah..

Mudah2an saja bukannya dia sudah lelah,, bersama diri ini.. 

Komitmenku di awal tahun sudah kutetapkan,, satu bulan hubungan ini akan kuperbaiki,, ingin kukembalikan hubungan ini seperti kami baru jadian, bahkan seperti pasangan yang baru menjalin sebuah hubungan.

Namun, sikap ini ditanggapi biasa saja, bahkan dianggap aneh..

Terserahlah, diri ini sudah berusaha untuk memperbaiki hubungan ini, dan ini sudah bulan ketiga,, yang artinya niat ku tersebut sudah kandas tanpa ada kepastian.

Entahlah,, mungkin dia sedang lelah..

Atau bisa jadi,, dia sudah lelah..

Ditulis untuk dikenang bahwa hari ini adalah salah satu waktu dimana rasa ini semakin berkurang dan akan terus berkurang,, jika kejadian ini terus terulang,, sampai tiba masanya

Catatanku : Mengatasi Masalah offline saat akan Sinkron

Pertama2, tulisan ini hanya upaya untuk menyimpan pengalaman agar kedepannya masih bisa dibuka kembali jika sudah lupa.

Banyak permasalahn yang muncul akibat kesalahan teknis dalam menginstal VHD yang berdampak pada status VHD menjadi offline.  Beberapa di antaranya adalah :

1. Salah setting jaringan, solusi cek kembali pengaturan jaringan yg ada. Jangan sampai tertukar. Kemudian jangan lupa cek ping ke google, untuk mengetahui terhubung ke internet atau belum.

2. Setting jam tidak sesuai dengan waktu server. Solusinya, atur settingan jam sistem sesuai dengan waktu lokasi, kemudian pada pengaturan waktu di VHD, pads menu sistem contreng Harware clock in UTC Time agar menyamakan waktu dengan waktu PC.

3. Salah memasukkan ID server. Solusinya cek kembali ID yg dimasukkan, sudah benar apa belum. Jangan2 tertukar dgn ID server satunya, atau bahkan tertukar dengan cadangan.

4. Sudah beres semuanya, namun masih offline. Bisa jadi ada bermasalah dngan VHD yang di install. Coba ingat kembali, jangan2 melakukan patching sebelum waktunya. Atau masalah lainnya. Jika memang nomor 4 ini terjadi, maka jalan akhirnya adalah pasang ulang VHD fresh. 

Dan biasanya dengan cara nomor 3 ini masalah akan terpecahkan.

Catatan tambahan : mungkin penting atau tidak, setidaknya ini yg kami lakukan setelah terjadi offline pada salah satu server kami. Ini diupayakan agar kita lebih berhati2, dalam penamaan agar tidak sama dengan penamaan VHD kegiatan sebelumnya, Kemudian usahakan penamaannya jangan terpisah/menggunakan spasi.

Oh ya, ingat, menghapus VHD jgan cuman menghapus VHD nya saja, tapi se folder penuh.


Demikian tulisan ini dibuat, agar kedepannya menjadi sebuah pelajaran dan pengalaman jika suatu waktu menemukan kendala seperti ini lagi.

Catatanku : Disappointed part ..... About My SKP

Hari ini, jumat 18 januari 2019 kembali aku (merasa aja sih) dikecewakan oleh pohak terkait. Entahlah, cuman diriku hanya merasa saja.
Ketika mengambil SKP, yang seharusnya 2 buah, ternyata hanya dicopy cuma sebuah.
Sedikit kecewa, namun karena sudah banyak merasa terkecewakan, akhirnya diri ini semakin tidak respect terhadap kebijakan2 ini. Bahkan semakin hari semakin benci.
Namun tetap saja, yang namanya jasa, tetaplah jasa. Pantang diri ini meniadakan jasa walaupun dalam hati begitu membubuk.

Namun pada intinya adalah,, 10 ekor domba ketika dipimpin oleh seekor singa, maka mereka akan terlihat seperti singa, namun jika 10 ekor singa jika dipimpin oleh seekor domba, maka mereka akan terlihat seperti domba

Ditulis untuk dikenang, bahwa masa lalu adalah pembelajaran untuk masa yg akan datang.

17/12/2028 - Tepar lagi, kali ini dengan demam dan radang tenggorokan

Setelah beberapa hari menahan sakitnya, akhirnya pilek ini kembali menyerang, bahkan lebih kuat karena dibarengi radang tenggorokan dan demam.
Hari ini, sekitar pukul 9.30an diriku memeriksakan diri ke PKM sungai raya karena rasanya sudah tidak kuat menahan radang ini.
Seyelah mengantar zikra ke sekolahnya, diriku kembali bersinggah di rumah sebentar untuk beristirahat kemudian sekitar pukul 09. 00 lewat aku paksakan diri untuk ke Puskesmas.
Sayangnya diagnosa dokter kembang yg berkaitan dengan berat badan dan tentu saja ini membuatku merasa minder.
Ya setelah ditimbang dengan berat badan 100 sekian akhirnya kembali tensi dan mendapatkan hasil 150 90. Ada 5 macam obat yang diberikan apoteker dan oleh dokter dalam 5 hari diharapkan kembali melakukan check up di sini.





Catatanku - Pemikiran Seorang Yang Labil, Tidak Berpikir Panjang

15/12/2018 - walau masih kesal, hari ini mendapat pencerahan. Intinya, mungkin saja ingin berbaikan, namun belum bisa menyampaikan secara langsung dan tidak ingin memperpanjang masalah.
Sebuah permasalahan pagi tadi sedikit mencerahkan. Sedikit pembanding n analogi. Salah satu siswa yang membantu guru melobangi kertas ternyata salah lobang. Ybs dimarahi, karena kesalahan tsb. Ybs hanya tertunduk pasrah. Namun setelah diteliti permasalahannya, ternyata kesalahan tidak sepenuhnya berasal dr ybs. Karena sebenarnya masalah awalnya adalah teman ybs, sipenanda lobang, ternyata salah memberikan tanda.
Artinya apa, lebih bijak lah dalam menyikapi sebuah kasus atau masalah, belum tentu maksud orang lain itu menyinggung atau menyudutkan, namun bisa saja kita sebagai penerima informasi salah menafsirkan, dan itulah yang sering terjadi.
Intinya, hadapilah permasalahan2 yang kita temui dengan kepala dingin, dan jangan terlalu cepat mengambil keputusan, terlebih pada saat kita sedang emosi. Karena sikap atau keputusan yg kita ambil pada saat emosi bisa saja berlawanan dengan nurani kita.
Sebuah pembelajaran hidup,, mudah2an dengan adanya ini membuat diri ini lebih dewasa lagi, lebih bisa menyampaikan kalimat atau papadah tanpa menyakiti orang hati orang lain. Aamiin
Ditulis untuk dikenang, bahwa masa lalu adalah pelajaran pada masa kini untuk menghadapi masa yang akan datang.

Jejak Digital : Fenomena Alam, Laron Menampakkan diri, Pertanda Hujan?

Dua malam terakhir, binatang laron (kalaru kami menyebutnya) menampakkan diri. Twnggal 26 nopember sekitar waktu magrib binatang ini menyerbu lampu-lampu yang ada di sekitar rumah. Binatang ini muncul begitu saja dan menampakan diri dan banyak sekali muncul di rumah-rumah penduduk terutama lampu-lampu di pinggir jalan. Hampir hampir seluruh lampu di pinggir jalan di sekitaran Kecamatan Sungai Raya Kandangan diserbu oleh laron ini. 

Menurut kabar yang berkembang jika laron ini muncul maka akan menjadi pertanda hujan lebat akan turun. Besok harinya tanggal 2 7 November ternyata hari sangat panas bahkan lebih panas dari biasanya di bulan itu. Dalam hati ini berkata ternyata itu hanya mitos, namun kembali pada malam hari ini laron kembali muncul menampakan diri. Pada pagi ini seperti biasa saya mengantarkan Putri ke sekolah diiringi cahaya matahari yang benderang namun Setibanya kembali ke sekolah saya hari mendadak mendung dan tidak lama sekitaran pukul 08. 00 harinya hujan.
Mungkin saja inilah yang dimaksud dengan jika laron muncul maka akan turun hujan. Benar tidaknya tergantung namun saya memperkirakan jika memang laron muncul secara berkelompok seperti itu kemungkinan besar Tujuannya adalah untuk mengurangi muatan di dalam sarang dan juga Memang akan mempersiapkan diri akan turunnya hujan walaupun mungkin hujannya tersebut akan muncul beberapa hari kemudian namun dalam skala besar atau menyeluruh. Mungkin saja ini adalah insting dari binatang tersebut.







Dan akhhirnya Tepar lagi

Beobat ke PKM sungai raya, namun tetap saja, di kasij obat biasa dan di wanti2, turunkan berat badan..
Ampun dah



Kali Pertama, Diriku Memanggil Nama Putriku Dengan Nada Bentakan

Jumat malam, (09/11/2018) tepatnya sekitaran pukul 7 malam, saking berlebihannya dia bercanda dengan saudara sepupunya, akhirnya diriku tak lagi mampu menahan diri untuk menegurnya.
"ZIKRA ZAKIAH" sebutku dengan tegas. ternyata, panggilan dengan nada bentakan ini cukup berbekas dihatinya. Zikra langsung saja menangis sejadi-jadinya. Walaupun, setelahnya dia tidak kami hiraukan, diriku masih dengan pekerjaanku, sedangkan mamanya sedang sholat.
memang tidak lama, sekitaran 5 menit setelah sepupunya kami suruh keluar tangisannya mulai reda. namun tatapannya masih tatapan emosi.
diriku baru menyadari, sepertinya ini tidak perlu aku lakukan, karena sepertinya sangat menyakitkan baginya. karena memang, dulu dia pernah kuberikan komitmen, jika suatu saat diriku tidak dihiraukan saat menegur dia, maka aku akan menyebutkan nama lengkapnya dengan nada bentakan. ternyata komitmen ini memang secara tidak langusng disepakati olehnya.
hanya saja, baru kusadari, bahwa panggilan ini seharusnya tidak mesti kuucapkan, karena kurasa candaannya bersama sepupunya tersebut masih dalam tahap wajar, namun dimataku sendiri termasuk sudah berlebihan.
mudah2an saja, dengan adanya catatan ini, diriku akan lebih menjaga lagi lisan ini agar bisa melihat batasan2 yang memang sewajarnya atau berlebihan.
ditulis untuk dikenang, bahwa masa lalu adalah pelajaran pada masa sekarang untuk menghadapi masa yang akan datang.



Paring Agung, 9 Nopember 2018, pukul 19.00 WITA

Awal Oktober 2018, Perlahan-Lahan Mengubah Mindset, From Reader to Creator

Akhir september, tepatnya malam 30 september ane mulai debut di UCweb, mendaftar ini itu, karena tertarik terhadap konten2 yang selalu mengganggu tampilan saat sedang membuka ucbrowser. Setelah mendaftar ane langsung mengupload tulisan pertama. Awalnya, ane tidak terlalu berharap banyak karena sudah pasti pengunjungnya sedikit bagi orang baru. Dan Hal ini didukung lambatnya proses penerbitan yang dilakukan oleh pihak UCweb. Mungkin saja,mereka selektif dalam menjaga orisinalitas postingan berita di web mereka. Nah, kalo tidak salah senin malam. Setelah tulisan ane diterbitkan sekitaran sore hari yang baru ane lihat pembacanya cuma sekitar 12-17 orang, melejit naik sampai 500 pembaca sekitar pada pukul 8 malaman. Wow, naik drastis. Ane pun kaget, koq bisa ya.. ane semakin penasaran, akhirnya cari2 informasi adakah aplikasi pemantau Web supaya bisa lebih nyaman memantau. Ternyata ada dan akhirnya ane download. Dari aplikasi inilah ane memantau perkembangan pengunjung yang mampir membaca postingan ane. Terakhir ane pantau sekitaran pukul 12 lewat, pengunjungnya sudah 1000 lebih. Padahal cuman 1 tulisan. Wow..!! Entahlah, apakah memang merupakan pancingan dari UCWeb agar berkarya lebih baik, tapi ini adalah penyemangat ane untuk menjadikan ane dari seorang penikmat,, pembaca berita,, menjadi seorang pembuat berita.. walaupun kecil2an, namun sepertinya dari inilah perlahan kita bisa mengumpulkan recehan. Semoga. Ditulis untuk diingat dan dikenang, bahwa masa lalu adalah pelajaran bagi masa yang akan datang.

Insiden Kecil Menimpa (02/09/2018)


Minggu pagi, sebuah insiden kecil menimpa. Jempol kaki kiri saya terkena standar sepeda motor ketika ingin mengeluarkannya dr garasi.

Darah bercucuran disana sini. Pandangan langsung berkunang2, dengan sedikit terbata memanggil istri untuk minta bantuan mengambil obat merah, tisu dan perban. Setelah dibawa duduk di teras, dgn darah yg masih bercucuran sehabis di siram air di kran. Perlahan saya seka luka teesebut.

Sedikit saya perhatian (sambil mengernyitkan dahi karena agak nyeri dan ngeri), kuku jempol kaki saya terbuka.
Perlahan sambil mengeringkan air kemudian saya oles obat merah, kemudian diikat dengan perban sekuatnya (berharap masih bisa menyatu kembali).

Dengan perlahan kupaksa diri untuk tetap mengantar putri kesayangan ke sekolahnya, karena sudah berjanji akan menemaninya pada hari ini bersama istri.
Sambil menunggu, saya search di google obat alami untuk merngurangi rasa sakit dan membantu mempercepat proses penyembuhan.

Salah satunya madu.. ya,, madu... Iyaa.. madu..

Kebetulan saya punya ternak kelulut kecil2an, dan kebetulan juga hari ini istri berencana mengajak menyedot madu nya. Sekalian aja pikir saya. Sepulang dari sekolah zikra, rencan tertunda karena cuaca yg lumayan panas, dan saat itu kepala saya kembali pusing.

Kok tidak berobat ? Hari itu hari minggu, tanggal merah. Jd tidak bisa pergi ke dokter. Rencana awal mau ke tempat mantri langganan, tp biasanya setelah Isya baru bisa didatangi. Bersabar.. iya, mesti bersabar..

Saya istirahat di rumah dan tertidur. Tp tidak nyenyak, karena kaki senat senut (rinyut2 bahasa kami).

Sore setelah ashar, cuaca sudah mendingan, kami akhirnya menyedot madu kelulut ternak kami. Kemudian sambil re packing, bersama istri bincang2 tentang luka ini.

"Cobai ae, kalu bujuran ha (coba2 dulu, barangkali benar)" kata istri.
Akhirnya setelah pembotolan, saya kemudian meminum madu sisa pembotolan tersebut sekitar 4-5 sendok (bisa jd 6 sendok.. 😅, karena kebetulan madunya sangat manis, hampir tidak ada rasa asem nya,, katanya sih, karena faktor bunga yg diisapnya).

Perban dibuka untuk kedua kalinya, sebelum waktu magrib, karena mau mandi. Saya lihat masih ada yg sisa2 darah yg menempel walaupun sudah dibersihkan.

Malamnya, ketika mau ke mantri untuk berobat, termyata beliau tidak ada di rumah.

Hmm,, mesti menunda satu malam lagi deh..
Akhirnya batal lah untuk berobat.
Saya memutuskan untuk berikhtiar kembali meminum madu dengan harapan bisa tidur nyenyak malam itu.
Sekitar jam 11 malam saya baru tertidur.

Alhamdulillah,, saya tidak merasa lagi sakit2 senut2 tersebut. Saya tidur pulas sampai pukul 5 kurang 10, pas alarm berbunyi.

Alhamdulillah, sakitnya lumayan banyak berkurang,, walaupun tetap saja saya berikhitar pada pagi harinya untuk berobat ke mantri tsb.

Dari pengalaman ini, bisa jadi (walaupun mungkin kebetulan juga karena atas izin Allah) madu memang salah satu obat herbal paling mujarab, sebagai pendamping untuk penyembuhan.

Yaa memang, belum sembuh sempurna.. kondisi masih sedikit pincang berjalan, paling tidak rasa sakitnya lumayan banyak berkurang. Bahkan teman2 di sekolahan tidak ada yg tahu kejadian ini.. karena kondisi saya terlihat seperti biasa.. 😅😅

Inilah sepenggal pengalaman saya,, intinya, bisa jadi ini adalah teguran dr yg Kuasa, karena kelalaian kita dan sebagai penghapus sebagian dosa kecil kita..
Dan mudah2an, kita selalu dilimpahkan kesehatan agar selalu bisa mengingat Nya baik diwaktu sehat dan lapang, maupun diwaktu sempit kita..

Ditulis untuk diingat dan dikenang, bahwa peristiwa masa lalu bisa menjadi pelajaran untuk masa yg akan datang
Sungai raya, 03/09/2018









Simpanlah ilmu, Dengan Membagikannya !!

Agak ekstrim sepertinya, masa menyimpan ilmu dengan membagikannya ? Tapi sepertinya memanh seperti itulah seharusnya. Ilmu berkembang karena kita membaginya, dan ilmu akan hilang jika kita m3nyembunyikannya.

Kembali ke topik, dalam hal ini saya sendiri, yang memang katakanlah lumayan sibuk dengan pekerjaan saat ini sebagai proktor ujian membuat beberapa pemahaamn tentang komputasi lumayaneningkat. Namun juga sering lupa.
Ternyata, cara paling ampuh untuk mengingat ilmu tersebut adalah dengan cara, membagikannya kepada rekan kita, terutama rekan kita yg memang berniat untuk belajar.
Suatu waktu kita lupa mengatur ip adress, mereka yg mengingatkan kita, atau cara mengatur sesi, mereka yg membantu kita.
Selain itu, kita sangat terbantukan karena mendapat tambahan personil dlm pekerjaan kita yg tentunya akan membuat pekerjaan kita lebih ringan.
Mudah2an kita terua bisa berbagi, setidaknya kalau memang belum mampu berupa materi, kita awali dulu dengan ilmu.
Mudah2an bermanfaat, ditulis untuk diingat, dibaca untuk dikenang bahwa masa lalu adalah pelajaran pada masa sekarang untuk mengahdapi masa yg akan datang..
Historia magistra vitae

A T M (Amati, Tiru dan Modifikasi)




Hmm.. Setelah sekian lama blog ini terabaikan, kembali rasanya hati ini ingin mengisinya lagi. Terlebih, ketika melihat pengunjungnya lumayan banyak yang secara kebetulan mungkin, mengunjungi tulisan asli saya tentang cara mendaftarkan lokasi kita di google map pada akhirnya rasa senang ketika blog kita dikunjungi oleh orang banyak itu muncul juga.

Barulah ane terpikir, walaupun mungkin di situs2 lainnya juga sudah menjelaskan, bahwa sepertinya google memang mencari tulisan yang sifatnya kekinian,  tapi benar2 menggunakan tulisan tangan atau dalam artian menjaga keorisilannya. Tentunya selain trik SEO (yang artinya pun ane tidak tahu,, hahaaa) nya para master blog2 yang ada.

Terlepas dari itu, walaupun sebenarnya mudah saja mengisi postingan di blog (yaa cukup tinggal copy dan paste), tentu kita juga mesti menjaga tulisan tersebut supaya memiliki ciri khas kalau tulisan memang tidak hanya asal copas, tapi diperbaharui.

Ane juga pernah mendapat wejangan dari salah seorang tenaga pendidik senior pada saat seminar, beliau mengatakan, gunakan metode ATM. Apa itu  ?

Metode ini ternyata mengajarkan kita walaupun awalnya Cuma menyalin punya orang,tapi tidak hanya asal salin, tapi juga memperbaiki isinya. Ya.. tentu sobat sudah sering mengenal istilah ini.. “AMATI, TIRU kemudian MODIFIKASI”.

Amati milik orang lain, kemudian tiru,, tapi meniru disini bukan sekedar meniru dan dijadikan sebagai akhir segalanya. Kadang kebanyakan orang meniru sesuatu (apalagi seperti siswa pada saat ulangan misalnya, atau seperti topik ini, mengcopy artikel punya orang kemudian di paste di blog sendiri misalnya) dengan cara asal tiru, asal jiplak, atau asal copy, yang penting jadi.

Jangan sob, masih ada huruf ketiga, Modifikasi.

Modifikasi disini dalama artian pahami tulisan,artikel atau semacamnya milik orang, kemudian tulis menggunakan bahasa kita dan gaya kita sendiri, kurangin yang perlu dikurangin, dan tambahin jika tulisan mereka yang kita rasa kurang dan tidak sesuai dengan keperluan kita.

Tentu dengan metode ini kita bisa memiliki tulisan atau artikel hasil karya kita sendiri. Bener ga ?

Capek ? tentu.. tapi itulah seni nya.. namanya menulis. Orang jaman dulu juga mereka menulis kan ? bahkan sampe ke kulit2 binatan loh.. !!

Kita ? zaman sekarang sudah modern. Manfaatkan media seperti ini. Blogging misalnya, atau semacamnya  lah.. yang intinya.. tulis dan tulislah..

Oke Sob? Oke aja ya... ? J



Catatan neh ,, Ane bukan mengajarkan hal yang tidak baik ya sob, Cuma memberikan saran,, istilah ini juga kadang ane sampaikan kepada siswa di kelas ketika mereka bingung setelah mendapatkan tugas yang cukup berat. Hihihi.. ;)


Cara Mentransfer Data GPP ke Aplikasi RKAKL


cara mentransfer data GPP ke RKAKL
- buka aplikasi GPP
- buka menu pegawai, jika ada pegawai baru yang akan masuk, aktifkan
pegawai yang sudah non aktif untuk menambah data di RKAKL nanti
jika tidak, lanjut ke eksport data pegawai ke aplikasi RKAKL
- buka aplikasi RKAKL, pilih menu Belanja Pegawai, restore aplikasi GPP
- cari backup nya, proses
- pilih DIPA, form belanja, pilih layanan perkantoran, contreng pada
gaji dan Tunjangan, edit dan hitung gaji..

Cara Mudah Menghitung Kekurangan / Selisih Pada Akun Gaji






Hmm... beberapa kendala tentu ditemui oleh para operator, terutama bagi operator pemula seperti ane. Berikut ini ana share kendala yang ana hadapi pada saat menghitung ulang kekurangan atau selisih pada akun gaji dlm menginput ke RKAKL DIPA. 

1.buka rkakl, lihat angka di akun ( yang ada A00 pada kolom SD)
copy,
2.buka Form Excel, jadikan angka tersebut sebagai pengurang pada excel yg bersangkutan
setelah dapat hasilnya,
3.buka lagi RKAKL, pada akun yang sama, ambil sub akun nomor 1
(atau yang paling banyak angkanya), angka tersebut di copy ke Excel
jadikan sebagai penambah dari hasil nomor 2,
setelah dapat hasilnya,
4.Buka RKAKL, input hasil dari nomor 3 ke sub akun nomor 1, maka
akun (yang ada A00) akan sama dengan di FORM Excel kita.


Selesai..


tentu, bukan bermaksud menggurui, tapi ini hanya sekedar share saja, yang mana nantinya mudah2an bisa bermanfaat kembali jika ane sudah lupa.. heee..
Demikian yang dapat ane bagikan, mudah2an bermanfaat bagi kita semua, terutama bagi ane pribadi khususnya. Terima kasih telah berkunjung.
Oke sob ? Oke aja dah ... :)


-----(MD)-----

Cara MenScan Multiple / Banyak Lembar pada Canon E510



Menscan Pdf ? ahh,, biasa... menscan Pdf yang di scan lembarnya banyak ? hmm... kebetulan ana menemui masalah ini dan di tempat kerja menggunakan printer canon tipe e510. bingung juga bagaimana caranya menyatukan lembaran pdf yang bejibun..



ternyata, setelah cari-cari informasi di googel, akhirnya ana menemukan caranya, yang kurang lebih cara simpelnya adalah seperti berikut ini :
1. masukkan dokumen yang ingin di scan ...
2. jika sudah ditaruh, pilih menu 'scan place photo and document
    with automatic detections
3. printer akan menscan otomatis..
4. jika cuma satu dokumen, silahkan cek di my dokument
5. jika menginginkan dokumen berangkap (lebih dari 1 lembar) maka
    scan lagi dokumen2 lainnya terlebih dahulu (usahakan
    berurutan)
6. jika sudah,, klik file yg ingin disatukan berurutan.. pilih
    'create/edit PDF file"
7. pilih save all
8. pada menu pilihan *ganti nama file dengan yg diinginkan
    pada data format pilih PDF (multiple page)
9. save..
10. selesai.. silahkan cek di lokasi file nya


demikian yang dapat ana bagikan, mudah2an bermanfaat bagi kita semua. terima kasih telah berkunjung, jika ada hal yang ingin disharing silahkan tinggalkan komentarnya..


-----(MD)-----

Masalah Transaksi Yang Tidak Muncul pada RUH DRPP di Aplikasi LPJ


Pada kesempatan ini, ane akan menshare pekerjaan rumah yang masih terbengkalai...
Ya... membuat LPJ (laporan Pertanggungjawaban) Bulanan pada aplikasi LPJ-SAS..

Memang, pada pertengahan bulan sudah dibuat kuitansi dan transaksinya. Akan tetapi, pada saat membuat RUH DRPP, ternyata transaksi yang telah dibuat tidak muncul. tentunya hal ini membuat bingung  karena hal ini baru pernah terjadi, dan juga karena diriku juga baru memegang aplikasi ini.

Seperti biasa, ane kembali menghubungi rekan operator yang biasanya membantu ane dalam memecahkan masalah ini. dan seperti biasa, ane juga membuat janji pada malam hari agar tidak menggangu aktivitasnya.

Berbekal martabak panas, setelah Isya ane meluncur ke rumahnya. seperti biasa, tanpa basa basi kami langsung to the point dan sambil bincang-bincang, ane kemukakan lah masalah yang sedang ane hadapi.

Begitu memahami permasalahannya, ternyata dia pun juga pernah mengalaminya dan tentu saja hal itu cukup mudah baginya. alhmadulillah dalam hati diriku berkata, karena tidak perlu bersusah payah.

Permasalahan yang dihadapi adalah transaksi yang dibuat tidak muncul di Ruh DRPP, padahal sudah dibuat. penyebabnya adalah adanya terdapat koma pada nomor transaksi akibat menggunakan aplikasi SAS Utility (Sulit), yang berakibat blablabla (ane pun tidak paham maksudnya) yang intinya adalah munculnya tanda koma pada nomor transaksi sehingga tidak bisa muncul pada menu DRPP.

Solusinya adalah dengan cara menghapus kembali transaksi yang telah dibuat (atau, bisa juga sebelum mensave suatu transaksi, cek kembali nomor transaksinya, apakah ada koma atau tidak, jika ada hapus terlebih dahulu..

Jadi, berhubung sudah diposting dan sudah dikeluarkan berita acaranya, solusinya adalah transaksi yang ada di hapus dan dibuat kembali transakssi yang baru dengan mengubah nomer transaksinya supaya tidak pakai koma...

Alhamdulillah, setelah selesai membuat transaksinya, pada RUH DRPP nya transaksi yang telah dibuat akhirnya muncul juga.

catatan : sebaiknya setelah membuat RUH Transaksi, langsung saja membuat RUH DRPP sebelum membuat berita acaranya, jaga-jaga kalau terjadi hal tersebut..

Alhamdulillah... ane pulang dengan tenang, dapat ilmu tambahan...
terima kasih sob.. sudah berbagi ... salam

^_^

Belajar Dari Anak Kecil (Part 1)



Ada apa dengan posting ini ? ada bagiannya lagi.. hee.. bukan bermaksud untuk membuat postingan ini bersambung, tapi kejadian ini sudah beberapa kali terjadi diberbagai tempat dan diwaktu yang berlainan. Nah, untuk itu, jika nanti diriku akan menemui hal ini lagi, tentunya akan menjadikannya berbagai jilid, dengan peristiwa yang berbeda. Hehe..

Berikut kronologinya..
Hari ini, setelah pulang dari bank untuk mengambil uang yang masuk ke rekening madrasah, ketika melewati lampu merah setelah jembatan paliwara, diriku menemui hal yang tak terkira.
Ketika lampu merah diperempatan menyala, seperti biasa diriku pun ikut berhenti (padahal Cuma belok kiri, namun ada peringatan pada tiang lampu bahwa belok kiri mengikuti) dan tepat di depanku ada seorang anak kecil berseragam SD kira-kira sekitar kelas 4-5 menunggang sepeda juga ikut berhenti.

Awalnya, aku mengira bahwa anak tersebut akan menyeberang, karena dia pun ikut berhenti pada saat lampu merah (tentunya, walaupun memakai sepeda, jika akan melewati perempatan yang menggunakan traffic light tentu juga akan ikut berhenti kecuali alat angkutan tertentu). Posisi kami cukup berdekatan, dan dia tepat berada dekat dengan pembatas penyeberangan jalan.
Setelah lampu hijau menyala, diriku pun langsung menyalakan lampu kiri untuk membelok ke kiri. Yang mengejutkan adalah anak SD tersebut ternyata juga membelokkan sepedanya ke arah kiri.
Memang bagi siapapun juga apa guna memperhatikan orang-orang yang berhenti pada lampu merah dan berjalan pada saat lampu hijau menyala. Tapi bagi diriku, ini adalah hal yang sangat mengejutkan.

Kenapa… ??
Coba kita bayangkan, anak sekecil itu, dia sudah terdidik disiplin (entah ditanamkan di sekolah atau oleh orang tuanya) dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Bahkan, kalau dibayangkan, dengan posisi di depan (tanpa ada yang menghalangi) dan juga akan belok ke kiri (karena rata-rata kebanyakannya pada perempatan belok kiri biasanya ada petunjuk “belok kiri jalan terus”) tentu (siapapun, termasuk diriku sendiri akan berpikir) akan meluncur tanpa memperhatikan rambu yang terpasang. Sedangkan anak tersebut dengan kondisi cuaca yang cukup panas (karena pada saat itu sekitar pukul 12 an) dia tetap bertahan mengikuti rambu traffic light tersebut dan menunggu lampunya sampai berwarna hijau.
Yang perlu kita renungkan adalah, masa kita kalah dengan anak kecil ??

Dengan alasan takut kepanasan lah… atau takut terlambat lah… atau alasan apapun lainnya sehingga membuat kita berpikir untuk melanggar aturan tersebut.

Tak bisakah kita belajar dari anak kecil tersebut, yang dengan gagah dan tenangnya dia menunggu hingga sampai gilirannya untuk berjalan.

Entahlah, tapi tentunya, ini adalah salah satu pembelajaran bagi kita,bahwa anak kecil pun juga bisa mengalahkan kondisi kita, tentunya dalam beberapa hal yang tidak kita duga.

Jadi, sudah sepantasnya lah kita tidak boleh menyombongkan diri kepada anak kecil sekalipun karena bisa saja dia mengalahkan kita pada hal-hal yang tidak kita duga.

Dibaca untuk diketahui, ditulis untuk diingat dan dikenang, bahwa masa lalu kita pahami dan kita pelajari pada masa sekarang untuk menjalani masa yang akan datang.

Semua Tentang Kebijakan (1)

Hari ini, ujicoba hasil scan sidik jari di cetak. Hmm.. ramai juga tanggapan kawan-kawan yang menerima hasilnya. Membingungkan, yah mungkin baru kali ini kami memakai absen sidik jari ini. Bagus memang, tujuan utamanya menertibkan seluruh pegawai yang ada dilingkungan tempat kami kerja.
Hanya saja, tergelitik di dalam lubuk hati, ada beberapa hal yang mengganjal dalam hati ini terkait dengan sidik jari ini :
  • Bagaimana status mereka yang rumahnya dekat dengan tempat kerja ? tentunya ini adalah keuntungan tersendiri bagi mereka yang dekat dengan rumah, yaitu datang dan scan lebih awal, kemudain bisa berleha-leha, santai di rumah seenaknya datang ke tempat kerja ? dan bagaimana dengan rumah mereka yang jauh ?(Kenyataan)
  • Bagaimana seandainya ada kegiatan di luar seperti MGMP, tugas luar, pertemuan dan lain sebagainya, tentunya yang bersangkutan akan mengalami kesulitan harus bolak-balik ke tempat kerja. Jika dibandingkan dengan mereka yang tempat kerjanya di perkotaan, tentunya kembali ke tempat kerja adalah hal yang mudah. Tentunya, seharusnya ada kebijakan yang harus menyikapi ini
  • Poin ini yang saya rasa tidak ada hubungannya antara penertiban pegawai menggunakan sidik jari, bagaimana dengan tenaga honor ? dengan gaji hanya sekedarnya, masa mereka harus datang dari pukul 7.30 sampai 14.30 seperti pegawai lainnya ? bagus memang, tapi jika dibayar sesuai dengan kehadiran mereka. Lha ini ? mereka yang rajin toh tetap sama di bayar dengan mereka yang jarang hadir (datang hanya pada saat jam mengajar), tentunya kembali, perlu ada kebijakan yang harus diambil untuk menyikapi ini.


Kebijakan ini memang mendapatkan pro dan kontra dari berbagai kalangan. Tapi pro kontra ini bisa diminimalisir jika seandainya, ini seandainya aja lho, dan hanya suatu option,, haha.. seandainya dirapatkan dalam suatu forum agar semua pendapat tertampung dan tidak ada omongan  dibelakang. Misalnya, tentu ada kebijakan jika pegawainya seorang wanita, yang sedang mengampu anak, tidak bisa disamaratakan dengan kaum laki-laki yang notabene tidak begitu sibuk seperti kaum wanita (curhat salah satu kawan).
Kemudian, enak saja di rumah tidak ada hal-hal yang dikerjakan, setelah bangun tidur mandi makan lalu berangkat kerja, tidak terpikirkah bagi mereka yang suami istri sama-sama sibuk bekerja, kemudian memiliki anak yang masih kecil, dan lainnya. Yaa mungkin, belum pernah merasakan sibuknya seorang suami istri yang bekerja dan memilkik anak kecil, terlebih jika anak tersebut sedang sakit. Tapi mudah-mudahan saja tidak terjadi kepada mereka yang memang memiliki atau mengimpu anak kecil (kayak saya pribadi, hehe...)
Pada akhirnya, intinya semuanya adalah  tentang kebijakan dalam sebuah instansi atau unit kerja, tidak ada maksud untuk mengurangi atau bukan tidak ingin ikut mendukung, tapi sekali lagi, tidak ada salahnya dalam kebijakan ini perlu musyawarah dengan pelaku kerja. Karena kebijkan ini dirasa perlu diambil untuk menyikapi tempat kerja yang cukup sulit ditempuh, dan berada tidak di perkotaan, sedangkan hampir seluruh pegawainya rata-rata berasal dari perkotaan...


Dibaca untuk diketahui, ditulis untuk diingat dan dikenang, bahwa masa lalu merupakan pembelajaran pada masa kini untuk menghadapi masa yang akan datang.

Lebih Sayang Ayam daripada Anak Sendiri



Ada yang beda menurutku pada khotbah jumat kali ini di mesjid Sabilal Muttaqin kelurahan Sungai Malang. Pada kali ini Khatib menyampaikan tentang masalah modernitas. Seiring berkembangnya jaman, semakin bekurang pula rasa kekelurgaan dalam diri kita. 

Bayangkan, kata beliau orang-orang kebanyakan sekarang ini diibaratkan seperti lebih cinta kepada ayam peliharaan dari pada anak sendiri. Ketika menjelang magrib, jika ayam belum masuk kandang maka yang bersangkutan pasti akan sibuk mencari ayam tersebut untuk segera memasukkan ke dalam kandang, tapi jika anak sendiri yang belum datang tidak ada usaha untuk mencari. Jemaah mesjid bergemuruh walaupun tidak ribut, sepertinya khotbah kali ini seakan-akan menampar wajah mereka.

Memang, pada kenyataannya hal ini sangat lumrah terjadi. Dimana orang-orang memang seakan-akan membiarkan anak-anaknya keluar rumah tanpa ada pengawasan dari orang tua. Pengawasan yang sifatnya kontrol sosial, misalnya batasan jam keluar rumah memang memang perlu dibuat. Bukan membatasi, tapi hanya untuk menjaga agar hal-hal yang tidak kita inginkan tidak terjadi.

Mudah-mudahan kita semua, khususnya diri kami pribadi dan pembaca blog ini terjaga dan bisa menjaga keluarga dari hal-hal yang tidak kita inginkan, terlebih terjerumus ke jurang kemaksiatan. Aamiin yaa Robbal ‘Alamin.