Pengenalan Sistem Reproduksi dalam Kurikulum 2013, Salah Satu Cara Cegah Kekerasan Seksual pada Anak


Jakarta, (Kemdikbud) - Dalam rapat terbatas bidang Kesejahteraan Rakyat di Istana Negara pada Rabu lalu, (14/05/2014), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mendapat tugas khusus dari Presiden terkait upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak. Tugas itu adalah memastikan masuknya pendidikan agama dan budi pekerti pada kurikulum.
"Sudah dilakukan. Masuk dalam Kurikulum 2013," ujar Mendikbud Mohammad Nuh kepada wartawan di Kantor Kemdikbud, Jakarta, (16/05/2014).
Selain itu, lanjutnya, Kemdikbud juga akan memasukkan materi mengenai hak dan kewajiban anak, serta sistem reproduksi. Khusus materi sistem reproduksi akan dimasukkan mulai kelas 1 SD. Penyampaian materinya akan disesuaikan dengan kemampuan pemahaman sang anak, yaitu dengan memperkenalkan cara menjaga kebersihan tubuh sebagai bagian dari pengenalan sistem reproduksi.
Kemudian sebagai bentuk dukungan terhadap pencegahan kekerasan seksual pada anak, Kemdikbud akan melakukan rencana aksi. "Dalam waktu dekat akan ada rencana aksi yang akan diikuti para aktivis dari unsur masyarakat sebagai komitmen mencegah pelecehan atau kekerasan seksual sekaligus memberikan perlindungan kepada anak," kata Mendikbud.
Ia menjelaskan, dalam rencana aksi tersebut akan dilakukan penandatangan dari berbagai unsur masyarakat sebagai bentuk dukungan penuh dalam mencegah kekerasan seksual pada anak. "Paling banyak (yang ikut aksi) nanti golongan ibu-ibu. Ada Yenny Wahid, Menteri Kesehatan, KPAI, Komnas Perempuan, psikolog anak, IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia), Dharma Wanita, dan SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu)," tuturnya. Rencana aksi tersebut, jelas Mendikbud, akan berlangsung pada akhir Mei 2014.

Game Menghibur : Mencari Kursi Sendiri


Jariku - Game ini merupakan game ketangkasan dan kepekaan terhadap sekitar, agar mereka tidak melamun. Tujuan dari game ini akan melihat siapa saja tipe2 orang yang suka mengalah dan siapa saja orang yang egois. Langkah-langkahnya adalah 

1. Peserta disuruh berdiri dan menyiapkan kursi masing2 satu untuk dirinya.

2. Peserta dipersilahkan menduduki tempat duduk yang disiapkan.

3. Instruksinya adalah membagi nama2 peserta dikelas menjadi 5 macam buah (tergantung kondisi, semakin sedikit semakin baik, usahakan maksimal 5 macam)

4. Dalam game ini, jika tidak kebagian kursi, atau kebigungan maka akan dapat hukuman

5. (misalnya buah durian, apel, belimbing dan jeruk) ketika dipanggil salah satu nama buah, misalnya apel, maka mereka yang termasuk ke dalam buah yang disebutkan (apel) harus berdiri dan berpindah tempat.

6. Namun, ketika kita menyebutkan kata rujak, maka semua peserta harus berdiri dan mencari tempat duduk lain.

7. Disinilah kita bisa memberikan permainannya, yaitu kita ikut duduk disalah satu kursi, maka mereka akan kelabakan mencari kursi yang masih tersisa.

8. Hukumannya ? disesuaikan

Demikian salah satu game yang diterapkan oleh salah satu WI ketika sedang mengikuti diklat.