Kisah Tentang Sebuah garis

Kisah ini menceritakan seorang guru yang ingin menngetahui siswanya yang bijak.

Guru tersebut membuat garis sepanjang 1m di papan tulis, lalu berkata :
"Anak2, coba perpendek garis ini!"

Anak pertama maju ke depan, ia menghapus 20 cm dari garis itu menjadi 80 cm.

Pak Guru mempersilakan anak ke 2. Iapun melakukan hal yang sama, sekarang garisnya tinggal 60 cm.

Anak ke 3 & ke 4 pun maju kedepan melakukan hal yang sama, hingga garis itu tinggal 20 cm.

Terakhir, seorang anak yang bijak maju kedepan. Ia tidak mengurangi garis yang sudah tinggal 20 cm, namun membuat garis baru sepanjang 120 cm, lebih panjang dr garis yg pertama.

Sang Guru menepuk bahunya,  "Kamu memang bijak, untuk membuat garis itu menjadi pendek, tak perlu menghapusnya, cukup membuat garis lain yg lebih panjang, maka garis pertama akan menjadi lebih pendek dgn sendirinya.

Untuk menjadi yang terbaik tak perlu menjatuhkan, menyingkirkan atau menjelekkan pihak lain. Cukup lakukan kebaikan yang lebih baik secara konsisten.

Jadi,, Biarkan waktu yang akan membuktikan kualitas kita.

Keep spirit masbro.. heee

Namaku ... UANG


Wajahku biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu merombak tatanan dunia.
Aku juga"bisa"merubah Perilaku, bahkan sifat Manusia'karena manusia mengidolakan aku.
Banyak orang merubah kepribadiannya, ­­­­ mengkhianati teman, menjual tubuh, bahkan meninggalkan keyakinan imannya, demi aku!

Aku tdk mengerti perbedaan orang saleh&bejat, tapi manusia memakai aku menjadi patokan derajat, menentukan kaya miskin&terhormat atau terhina.

Aku bukan iblis, tapi sering orang melakukan kekejian demi aku.

Aku juga bukan org ketiga, tapi banyak suami istri pisah gara2 aku.
Anak dan orangtua berselisih gara2 aku.

Sangat jelas juga aku bukan Tuhan, tapi manusia menyembah aku spt Tuhan, bahkan kerap kali hamba2 Tuhan lebih menghormati aku, padahal Tuhan sudah pesan jgn jadi hamba uang..

Seharusnya aku melayani manusia, tapi kenapa malah manusia mau jadi budakku?

Aku tdk pernah mengorbankan diriku untuk siapa pun, tapi banyak orang rela mati demi aku.

Perlu aku ingatkan, aku hanya bisa menjadi alat bayar resep obat anda, tapi tdk mampu memperpanjang hidup anda.

Kalau suatu hari anda dipanggil Tuhan, aku tdk akan bisa menemani anda, apalagi menjadi penebus dosa2 anda, anda harus menghadap sendiri kpd sang Pencipta lalu menerima penghakimanNYA.

Saat itu, Tuhan pasti akan hitung2an dgn anda, APAKAH SELAMA HIDUP ANDA MENGGUNAKAN aku dgn baik, atau sebaliknya MENJADIKAN aku sebagai TUHAN?

Ini informasi terakhirku:
Aku TIDAK ADA DI SURGA,
Jadi jangan cari aku disana....

Salam sayang,

Ttd

UANG

Sumber ; Copas dari Facebook teman

Menolong Seekor Semut




Jariku - Alkisah Di suatu desa, ada sebuah keluarga yang hidupnya serba kecukupan dan juga sangat bahagia. Keluarga ini terdiri dari lima orang, dua seorang Istri dan Suami, dan memiliki tiga orang anak, satu anak perempuan, dua anak lelaki. Ibu ini bernama Marinah binti Marsono yaitu, seorang yang hidupnya sederhana, serta selalu taat pada perintah Allah Swt. Di dalam menjalani kehidupanya Marinah selalu menolong orang yang mengalami kesusahan. Marinah kerja sebagai seorang pencuci pakaian orang lain. Sudah jelaslah penghasilannya sangat sedikit. 
Hal yang paling menyedihkan pada hidupnya, marinah mengalami suatu musibah yaitu, suaminya telah meninggal dunia akibat penyakit yang yang di derita. Dengan terjadinya Musibah yang menimpa pada diri Marinah inilah, Marinah semakin taat pada Allah dan lebih giat lagi dalam bekerja, guna memenuhi semua kebutuhan anak-anaknya yang masih kecil.
Di suatu hari, seperti biasanya Marinah bekerja mencuci baju orang lain, sedangkan anaknya Marinah titip kan pada orangtuanya. Akhirnya Marinah bekerja dengan tengan dan penuh semangat karena tidak ada yang mengganggunya dalam melaksanakan tugasnya yaitu mencuci baju seperti biasanya. Dan tak pernah lupa juga ia selalu mendirikan Shalat lima waktu, Puasa pada bulan Ramadhan, serta sedekah apabila Marinah mendapatkan rezeki yang lebih dari pada cuku untuk membeli keperluan anaknya, dan melaksanakan amalan-amalan lainya seperti menolong orang lain yang membutuhkan pertolongannya.

Pada suatu ketika Marinah melihat seekor semut yang hampir saja akan di injak orang seorang manusa yang sedang berjalan. Lalau Marinah menolong dan menyelamatkan semut itu.

Setelah satu bulan penuh, Marinah menjadi seorang yang hidupnya serba kecukupan, namun dengan hidup kecukupan itu Marinah masih tetap menjadi seorang Wanita yang dermawan.

Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, Marinah semakin tua. karena umur semakin tuan Marinahpun mengalami penyakit yang sangat parah. Dengan penyakit yang diteritanya. Marinah Jatuh sakit. Beberapa Minggu kemudian Marinah telah menghadap Allah Swt. “Inna lil lahi Wainna Ilaihi Roziun”.

Tapi sebelum marinah meninggal dunia. Marinah memberi dua wasiat pada orangtuanya. Pertama supaya dia kelak di semawamkan di dekat kuburan Suaminya. Dan kedua supaya ayah dan ibunya menjaga Anak-anak Marinah yang di tinggalkannya.

Singkatnya cerita Marinah meninggal dunia pada hari hari Jum’at tanggal 17 Ramadhan 1024 H. dan di semawamkan di dekat kuburan Suaminya yang tercinta.
Pada suatu malam, sang Ayah bermimpi bertemu dengan Anaknya / Marinah, di suatu tempat yang sangat indah dan harus semerbah seperti harumnya bunga kesturi pastilah ini adalah surga. Ayahnya bertanya pada Marinah,”Tempat apakah ini?” Ini adalah Surga yang dijanjikan Tuhan pada Hamba-hambanya yang selalu taat pada sang Maha Pencipta, yaitu Allah Swt. Ayah pun bertanya lagi. “Apa yang menyebabkan Marinah masuh surga ini?”Apakah, karena kamu dulu sering beribadah pada Tuhan dan Menolong pada orang lain?”. Marinah berkata. ”Bukan wahai Ayahandaku” yang menyebabkan aku masuh surga ini adalah, karena aku dulu sewaktu didunia menyelamatkan se ekor semut yang hampi ke injak oleh seorang manusia yang berjalan. Dan karena amalan inilah saya oleh tuhan di masukkan kedalam surga ini.

Kisah Sayembara Menjadi Raja

Alkisah, di sebuah kerajaan yang aman makmur adil sentosa karena dipimpin oleh raja yang bijaksana. Sang raja sudah memimpin kerajaan sejak usia muda hingga sekarang di masa tua belum pernah mengalami suksesi atau penggantian , dan rakyat pun tak pernah keberatan karena sang raja memerintah kerajaan dengan cukup adil. Namun sang raja ternyata bosan, ia ingin turun tahta dan mencari pengganti , namun uniknya ia tidak menyerahkan posisi raja kepada anak keturunannya , tetapi malahan mengadakan sayembara untuk mencari sosok yang pantas menjadi raja.
maka disebarlah pengumuman ke seluruh negeri bahwa raja akan mencari pengganti , siapapun boleh menjadi raja , dari rakyat jelata sampai kaum bangsawan, dengan dua syarat yang harus dipenuhi .
syarat pertama ....siapapun yang terpilih hanya boleh menjadi raja selama 5 tahun , tidak lebih tidak kurang.
syarat kedua...setelah menjalani masa 5 tahun, maka raja yg terpilih akan dibuang dan diasingkan pulau seberang laut.
syarat pertama tentu saja bukan masalah besar , namun yg kedua adalah yang terberat karena semua orang tahu seperti apa pulau seberang laut , yaitu sebuah pulau yg masih berupa hutan rimba liar dan penuh dengan binatang buas , siapapun yang dibuang kesana sama saja dengan hukuman mati.
dan karena itu pulalah meski sudah sekian lama , belum ada yg mengajukan diri menjadi raja.
akhirnya suatu hari datang seorang pemuda yg menyatakan kesanggupannya menjadi raja dan menerima dua syarat tersebut. Pemuda ini sebenarnya adalah pemuda biasa yg ingin merasakan bagaimana nikmatnya menjadi raja krn selama ini ia hidup pas pasan, dan setelah berpikir panjang lebar ia nekad untuk melamar menjadi raja.
maka diangkatlah dia menjadi raja , dan mulai saat itu ia akan mendapatkan pelayanan layaknya seorang raja , harta berlimpah , wanita cantik , makan dan minuman enak dan lain lain.
tapi sayang ternyata ketakutannya akan kematian membuatnya tak bisa menikmati semua itu.
tahun pertama , dia mulai gelisah krn umurnya tinggal empat tahun lagi.
tahun kedua , ia makin tak tenang , makan tak enak tidur tak nyenyak .

tahun ketiga , ia mulai menyesali keputusannya menjadi raja.
tahun keempat , ia benar benar tak bisa menikmati apapun yg ada dihadapannya.
tahun kelima , ia malah stress karena hidupnya tinggal beberapa bulan lagi dan kesenangan yg ia cari tak bisa ia rasakan.
dan habislah masa jabatan dia menjadi raja , dan dibuanglah dia ke pulau seberang laut.
tak butuh waktu lama sampai kabar terdengar ke seluruh negeri jika pemuda itu tewas dimakan singa.
pemuda itu tewas tanpa sempat mendapatkan kenikmatan dan kepuasan dunia yg dia cari.
Adanya contoh yg tewas membuat orang orang kian enggan melamar menjadi raja , buat apa hidup enak lima tahun jika pada akhirnya harus mati....
Tapi ternyata suatu hari ada juga orang yg melamar menjadi raja dan siap menanggung semua resikonya.
tahu pertama , ia puas puaskan berpesta karena sadar hidupnya tak akan lama lagi.
tahun kedua dan berikutnya , ia isi dengan foya foya , pesta pora , setiap tahun berganti pestanya makin gila gilaan , ia sudah tak perduli lagi pada apapun , ia hanya ingin bersenang senang sebelum mati.
lima tahun berakhir , orang ini pun dibuang ke pulau seberang laut dan nasibnya sama dengan orang sebelumnya, tewas dimakan singa. orang ini masih lebih baik , setidaknya ia mendapatkan kenikmtan dan kepuasan dunia sebelum dia mati.
Dua orang tewas , membuat banyak orang melupakan mimpinya menjadi raja , meskipun mereka masih penasaran , apakah masih ada orang yang cukup bodoh untuk melamar menjadi raja.
Suatu hari datanglah seorang guru datang melamar unutk menjadi raja dan juga menyatakan kesanggupannya memenuhi dua syarat tersebut. Mendengar ada yang melamar menjadi raja lagi membuat warga penasaran , sebagian menertawakan kebodohan guru tersebut sementara yg lain merasa iba dan kasihan padanya. Namun keputusan sudah dibuat , guru itu pun diangkat menjadi raja dan ia diberi segala kemewahan dan kemudahan serta fasilitas layaknya seorang raja.
ternyata berbeda dengan dua orang sebelumnya , guru ini tidak berpesta pora dan foya foya , ia tetap pada pola hidupnya semula yg sederhana, namun ia membuat beberapa tindakan selama ia menajdi raja.
tahun pertama, ia kumpulkan seluruh pasukan kerajaan dan ia perintahkan pasukan itu pergi ke pulau seberang laut untuk membabat habis hutan rimba disana dan memindahkan semua binatang disana ke tempat lain. sebagai raja tentu perintahnya dipatuhi, dan begitulah akhirnya, di tahun pertama menjadi raja ,ia telah membuat pulau seberang laut menjadi pulau kosong yg siap huni.
tahun kedua , ia panggil para arsitek terbaik kerajaan , dan ia perintahkan mereka untuk membangun
sebuah istana yg lebih megah dari istana yg ia tempati sekarang.
tahun kedua ia menjadi raja sebuah istana megah berdiri di pulau seberang laut.
tahun ketiga ia mengumpulkan harta, perabotan, dan barang barang lain dan ia kirim ke istana seberang laut.
tahun keempat ia mengirim orang orang untuk menjadi pelayan dan pengurus istana , mulai dari tukang kebun , koki , tukang sapu , dan beberapa prajurit.
tahun kelima ia mengirim keluarganya ke istana itu , dan ia meminta untuk sabar menantinya setahun lagi di pulau seberang laut.
dan akhirnya habislah masa jabatan dia sebagai raja dan sesuai perjanjian guru ini pun dibuang ke pulau seberang laut.

ia hanya tersenyum dan berkata, " saya memang menunggu waktunya saat saya dibuang"
dan ia pun dibuang ke pulau seberang laut dan hidup bahagia bersama keluarganya disana , disebuah istana megah.

Hikmah apa yang bisa kita ambil dari cerita ini ???
Renungkanlah…

Kisah Sebuah Koin Penyok


Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan caramemenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan. Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.
Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya. “Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok,” gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank. “Sebaiknya koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,” kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya kekolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.
Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples. Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.
Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu. Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal. Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu. Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang.
Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.
Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.
Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, “Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi?”
Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.

Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?

Kisah berikut, diadaptasi dari The Healing Stories karya GW Burns. dikutip dari kumpulan cerita motivasi

STEVE JOBS (1955-2011), Perginya Pendiri Apel



Tak bisa dipungkiri, Steve Jobs adalah inovator ulung pada zamannya. Kepergiannya akan dikenang sampai generasi mendatang. Dialah yang menemukan berbagai perangkat teknologi revolusioner seperti iPod, iPhone dan iPad.

Jobs membangun Apple bersama Steve Wozniak di sebuah garasi. Mereka menjual komputer pertama Apple I pada tahun 1976 yang kala itu dijual seharga USD 666,66. Inilah cikal bakal perusahaan yang kini produknya sangat digemari dunia.

Kisah Pohon Apel dan Seorang Anak

BB ~ Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula, pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.
Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi." jawab anak lelaki itu. "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya." Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu. " Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada dipohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Kisah Garam Di Antara Gelas dan Danau


BB ~ Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.

"Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di  dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?" sang Guru bertanya.

"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya," jawab sang murid muda.

Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."
Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.