Home » , , » Evaluasi Diri Guru.. Perlukah ??

Evaluasi Diri Guru.. Perlukah ??

contoh iklan

Hmmmm…. Hari ini, tanggal 10 mei2016 pada jam ke 3-4 kita masuk ke kelas XI IPS untuk memberikan materi terakhir dan kisi2 Ulangan Akhir semester tapel 2015-2016 nanti. Setelah dipikir2, mendingan sekalian saja menebar angket evaluasi guru, agar kita bisa menilai setidaknya dari sudut pandang siswa lah, bagaimana kualitas kita memberikan pelajaran. 

Sekitar setengah 10an(agak terlambat dari jadwal yang ada-yang tentunya sudah kita duga, ini adalah salah satu poin dari penilaian siswa) karena sempat memprint angket-nya, saya masuk ke kelas. yaa... sederhana sekali memang, tapi lumayan lah.. bagi pemula seperti saya ini.. kan masih guru pertama .. heheee....

Seperti biasa, rutinitas siswa jika guru terlambat masuk, mereka nongkrong diluar di depan kelas, dan setelah melihat kita datang barulah mereka langsung masuk ke kelas. Di kelas, setelah memberikan sedikit gambaran materi dan Ulangan Akhir Semester, kita pun memberikan kisi-kisi soal sebagai bahan untuk ulangan nanti.

Setelah penyampaian kisi2, sambil melihat-lihat kondiisi, kita pun mulai memberikan gambaran tentang akan memberikan angket evaluasi guru dan diisi dengan sepenuh hati dan sejujur2nya, karena tentunya angket ini tidak mencantumkan nama dan tidak akan terlacak siapa penulisnya. Tujuannya adalah agar siswa bisa sepenuh hati memberikan kritik dan saran ataupun kesannya selama kegiatan belajar selama 1 tahun ini.

Setelah di bagi, siswa pun antusias mengisinya, walaupun ada sedikit kebingungan mengisinya karena kita rasa kata2 dan kalimat yang ada dalam angket ini terlalu susah di pahami oleh siswa.

Sekitar 20 menit mengiisi, mereka pun dipersilahkan untuk  beristirahat sambil mengumpul angket ini. Dalam hati saya yakin, tentu banyak yang memberikan komentar positif, tapi tentu kita mesti siap untuk menerima komentar2 negatif dari mereka, karena itulah tujuan utama dari angket ini.

Setelah terkumpul, kita tidak langsung membacanya, karena tentu itu akan membuat siswa tersipu. Niat kita dalam hati, mungkin membacanya di rumah saja.

Akhirnya, malam setelah isya, angket ini satu persatu kita buka.

Apa saja isinya,, ?? hahaaa… kita tertawa memabca komentar2 yang ditinggalkan oleh siswa.

Tentunya banyak komentar positifnya,, sudah kita duga...

Komentar negatif ?? kita rasa tidak negatif2 amat (padahal kita menantikan komentar yang ekstrim, tapi sayang masih belum ada)

Yang mengejutkan (tidak terlalu terkejut juga sih, karena sudah kita duga) kritik yang diberikan adalah sebagai berikut :
tentang keterlambatan kita masuk ke kelas mereka yang notabene sangat sering, dengan intonasi kata yang berbeda2 (ada yang maklum, ada yang ketus sepertinya, dan lainnya).

Penjelasan kita , walaupun bukan suatu sanggahan, karena kita pun sangat mengakui hal ini,, adalah adanya agenda yang tidak sesuai dengan yang direncanakan, yang seharusnya dan sebenarnya, hal ini tidak lagi terjadi pada tahun ini (2016).
Kesibukan kita pada tahun 2015 (karena selain mengajar juga menjadi operator madrasah) yang pada saat itu masih pemula menjadikan kita lebih sering tidak masuk, yang pada tahun 2016 ini posisi kita sebagai opeator digantikan oleh orang yang memang dipekerjaannya.
Tapi sayangnya, yang bersangkutan masih belum lihai menggunakan aplikasi, dan sering minta tolong menyelesaikan masalahnya…
Its okay,, tidak masalah, karena selama kita mampu membantu tentu kita akan memberikan yang terbaik untuk madrasah tercinta ini.
Yang jadi permasalahan adalah, minta bantuan menyelesaikan masalahnya ini kadang tidak melihat kituasi dan kondisi..
Sudah saja kita wanti2 agar segala laporan dan persiapan amprahan dikerjakan sedikit demi sedikit agar di ujung waktu tidak mendesak.. lah pesan ini selalu saja di abaikan,, yang kena imbasnya kan kita… pas kita ada jadwal mengajar, dia datang minta bantuan, mau tidak mau kan mesti membantu.. yang kasian siapa.. hmmm nilai saja sendiri…
Dan itu tidak sekali dua kali.. hampir tiap bulan lho.. ?!!!
Hmmm…. Akhirnya yaaa… inilah hasilnya, mendapat kritikan dari siswa kalau masuknya sering terlambat,, bahkan kalo nya sangat mendesak, bisa2 kita tidak masuk sama sekali… dan itu tidak dipahami oleh mereka,, baik operatornya ( yang tidak lihat2 sikon minta bantuan) maupun kepala nya ( yang tidak tahu menahu kondisi dan kendala yang dihadapi oleh operator jika bekerja)
Ah… sudahlah,, itu hanyalah uneg2 saja… heeee…

Kemudian, kritikan kedua terbanyak,, kita dianggap siswa kurang tegas ketika berada di kelas.

Hmmm…. Ini pun kita akui juga.. kenapa,.? Kita dari awal menjadi tenaga pengajar sudah berkomitmen untuk tidak melakukan hal2 yang sifatnya mengarah kepada tindak kekerasan (mungkin beda kali yaa dengan tegas,, heee), yang dampaknya apa ?kira2 hal inilah yang menjadi sikap kita kurang tegas ketika masuk ke dalam kelas dan menemui beberapa siswa yang ribut.
Kenapa jadi berkomitmen seperti ini ?
Kalo mereka yang belajar di Fakultas Kependidikan, tentu tahu yang namanya mata kuliah Belajar dan pembelajran dan Psikologi pendidikan. Dalam mata kuliah ini, sangat ditekankan agar tidak melakukan tindakan kekerasan dalam mendidik siswa (sekali lagi, mungkin beda kali ya dengan ketegasan ? heee), dampaknya bagi kita pribadi adalah, dengan tidak dididik melakukan kekerasan, tentunya sifat ketegasan dalam diri kita ini berkurang, bahakn hampir tidak ada, karena tidak ada unsur2 semacam itulah..
Nah,, dengan adanya kritikan semacam ini, tentu kita pribadi akan mencoba belajar untuk lebih tegas dalam memberikan teguran kepada siswa supaya komentar seperti ini tidak ada lagi..

Komentar selanjutnya ?? ahh,, ini leih kepada sanjungan saja.. dan kita tidak akan membahasnya disini,, toh kita akan bisa membangun diri kita karena adanya kritikan,, bukan dengan pujian2 yang malah bisa membuat kita terlena dan semacamnya…

At last,, ini juga merupakan instrumen pertama saya selama menjadi pengajar, yang tentunya baru kali inilah ( mengkin beberapa waktu sebelumnya juga pernah saya lemparkan kepada siswa kelas XII IPS yang akan melaksanakan UN) saya meng evaluasi diri pribadi.

Masukan2 seperti inilah yang mestinya kita sampaikan kepada siswa, dan dari evaluasi inilah kita bisa membangun diri kita agar bisa lebih baik lagi …

Salam,, Bangga menjadi Guru !!! :)


contoh iklan

0 comments:

Post a Comment

Kepada Pengunjung jangan lupa komentarnya yah ...

Semoga bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di blog sederhana ini.. :)